Aja lali marang kabecikaning liyan *** Aja sira degsura, ngaku luwih pinter tinimbang sejene *** Aja rumangsa bener dhewe, jalaran ing donya iki ora ana sing bener dhewe *** Aja wedi kangelan, jalaran urip aneng donya iku pancen angel *** Aja gawe seriking ati liyan *** Aja golek mungsuh *** Aja sira mulang gething marang liyan jalaran iku bakal nandur cecongkahan kang ora ana wusanane *** Aja ngumbar hawa napsu, mundhak sengsara uripmu *** Aja melik darbeking liyan *** Aja cidra ing janji *** Aja dumeh *** Aja kumalungkung *** Aja kumingsun *** Aja gumedhe *** Aja ngrusak pager ayu *** Aja dahwen *** Aja drengki *** Aja kuminter *** Aja ambeg siya *** Aja ngece wong ora duwe *** Aja kegedhen rumangsa *** Aja adigang-adigung-adiguna *** Aja nggege mangsa *** Aja nampik rejeki *** Aja panasten *** Aja seneng gawe gendra, jalaran gawe gendra iku sipating demit *** Aja seneng yen dialem, aja sengit yen cinacad *** Aja lali piwulang becik *** Aja aweh kasekten marang durjana *** Aja lali marang kahanan kang marakake perang, jalaran yen sira tansah lali bakal tansah ana perang bae *** Aja selingkuh *** Aja seneng madon *** Aja seneng main *** Aja seneng maido *** Aja seneng madad *** Aja seneng nyaru *** Aja bosenan/jelehan *** Aja nggebyah uyah padha asine *** Aja dadi wong pinter keblinger *** Aja mung tuwa tuwas *** Aja golek menange dhewe *** Aja gampang kelu ing swara *** Aja taberi utangan *** Aja seneng royal *** Aja pisan nacad liyan, ora ana wong kang ora cacad *** Aja wedi marang penggawe becik, lan wani marang penggawe ala *** Aja seneng nggampangake
Tampilkan postingan dengan label pandangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pandangan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Mei 2009

Menghemat BBM dengan Powermax

Saat duduk di bangku sekolah dasar, kita diberi tahu oleh pak guru bahwa negara kita merupakan surga dunia. Penduduknya ramah, tanahnya subur, alamnya indah, hasil tambangnyapun melimpah ruah. Masih terngiang di telinga kita, saat itu dalam rangka menumbuhkan cinta tanah air, pak guru bercerita dengan semangat dan kebanggaan luar biasa, bahwa negara kita ini salah satu anggota OPEC, penghasil dan pengekspor minyak dunia. Dalam sejarah negara kita juga terukir kisah bahwa minyak pernah menjadi tulang punggung penerimaan dalam APBN kita.

Namun itu semua tinggal sejarah. Saat ini persediaan minyak kita tinggal se-umrit alias sedikit sekali. Dengan semakin menipisnya cadangan minyak yang kita miliki, tentunya kita harus segera mencari dan menerapkan penggunaan bahan bakar alternatif. Sambil menunggu hadirnya bahan bakar alternatif tersebut, kita juga harus menempuh upaya-upaya nyata penghematan energi, baik listrik maupun BBM.

Penghematan listrik dapat dilakukan dengan disiplin diri dalam mematikan listrik pada lampu dan peralatan listrik yang tidak terpakai, dan dengan mengganti lampu dan peralatan listrik yang hemat energi (watt lebih kecil, namun manfaat sama/lebih). Penghematan BBM dapat dilakukan dengan mengoptimalkan kendaraan bermotor yang dimiliki seefektif dan seefisien mungkin. Misalnya, kalau bisa berboncengan mengapa harus sendiri-sendiri.

Penghematan BBM juga dapat dilakukan dengan penggunaan suplemen bahan bakar tertentu. Salah satu contoh suplemen dimaksud adalah Power-MAX Double Action Fuel Catalyst (lebih akrab disebut powermax saja), yaitu campuran bahan bakar yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan. Menurut produsennya, manfaat penggunaannya antara lain : dapat meningkatkan tenaga dan akselerasi kendaraan, dapat menghemat BBM kendaraan sampai 30%, mencegah mesin ngelitik/detonasi, melarutkan kandungan air dari kondensasi (Penguapan) dalam tangki bahan bakar sehingga mencegah karat, mengurangi deposit karbon pada ruang bahan bakar, mengurangi kadar polusi pada gas buang.

Kebetulan saya juga mencoba dan merasakan sendiri manfaat powermax dimaksud, utamanya pada penghematannya. Dari searching berita/kabar di internet juga belum saya temukan keluhan penggunaan powermax, hanya saja kadang diperlukan pengecek filter bensin, siapa tau terlalu banyak kotoran yang larut dan menyumbat filter. (Kalau ada yang punya pengalaman buruk, ditunggu koment-nya ya....). Saat itu saya membeli sebotol powermax isi 100 cc (untuk max 60 liter) seharga Rp 25.000 dari tetangga rumah. Denger-denger sich penjualannya saat ini menggunakan sistem MLM di bawah bendera
PT UNITY NETWORK INTERNATIONAL.

Tulisan ini bukan merupakan bagian dari advertising produk powermax, namun semata-mata merupakan apreasi positif saya terhadap salah satu upaya penghematan BBM. Semoga bahan bakar alternatif yang murah meriah dan ramah lingkungan segera diproduksi secara masal dalam skala besar, untuk dapat menggantikan BBM yang selama ini menghantui kita. Sementara itu, suplemen BBM juga bertambah banyak variannya, sehingga harganya semakin murah dan mudah didapat di pasar biasa.


Baca selengkapnya......

Rabu, 29 April 2009

Mengasah ujung tombak

Kangen ! Itulah kata yang menggambarkan hati saya pada blog saya ini. Ya setelah sebulan lebih saya tidak mengupdate blog ini, rasa kangen itulah yang menghantarkan jari-jari saya untuk kembali berjingkat-jingkat di atas tuts acer ASPIRE 4935 kesayangan saya. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman "menyenangkan" tentang membeli starpack truff IM2.



Jumat sore 24 April 2009 yang lalu, saya bersama seorang teman menyempatkan diri mampir ke Gerai Indosat di Jl. Pandanaran 18 Semarang untuk membeli kartu perdana truff. Ceritanya teman saya mempunyai modem CDMA nganggur dan berniat untuk menggunakannya kembali setelah membaca iklan truff versi wayang kulit yang dimuat di harian Sauara Merdeka. Setelah menunggu 2 antrian, tibalah giliran kami dilayani dengan ramah oleh penjaga counter im2, seorang mbak cantik (lupa namanya, hehehe...). Namun sayang, keramahan dan kecantikannya kurang diimbangi dengan pengetahuan yang memadai tentang produk yang mereka tawarkan.

"Selamat sore pak, ada yang bisa saya bantu?", sapanya.

"Begini mbak, saya mau membeli starpack truff", jawab saya.

E... kebetulan habis pak. Terakhir dibeli oleh Mas-nya tadi", jawabnya manis.

"Lho.., tadi yang dibeli masnya khan starpack broom to mbak", sergahku. Kebetulan saya khan udah make broom unlimited, jadi tau warna cover starpacknya.

(Bip...! kesalahan pertama, masa pihak im2 gak lihai membedakan truff dengan broom)

"O... truf to. Kebetulan starpack truf juga habis pak", jawabnya.

(wuih... laris manis donk, bisik hati saya).

"Kalau di galeri indosat yang di pemuda ada nggak ya mbak", tanya saya selanjutnya.

"Juga habis Pak"

(wuih... benar-benar laris ya barang ini, bisik hati saya lagi)

"Tapi sementara ini truff bisanya di akses di Salatiga Pak", sambungnya.

"Ha???", saya terbengong.

"Kenapa di Semarang belum bisa mbak?", tanya saya penuh keheranan.

"Karena di Semarang belum tersedia roamingnya", jawabnya meyakinkan.<

(Bip...! kesalahan kedua, sesuai dengan spanduk warna biru yang saya baca di pertigaan RS Karyadi (dekat S. Parman), dan di perempatan Jl. Pemuda (dekat Sri Ratu) dan iklan di Suara Merdeka, nyata-nyata tertulis SEMARANG terlayani jaringan truff. Masa si mbak cantik dengan amat meyakinkan menyatakan layanan truff baru dapat dinikmati di Salatiga. Yang bohong spanduk dan iklannya apa mbaknya yang sok tahu ya???)

"Makasih ya mbak", pamit saya.

"Terima kasih kembali", jawabnya santun.

Sabtu 25 April 2009, saya mengunjungi pameran National IT Expo 2009 di Java Supermall. Betapa terkejutnya saya melihat banyak starpack im2 broom dan im2 truff yang dijual oleh salah satu counter yang ada. Counter tersebut bukan dari im2, namun menyediakan produk starpack im2, disamping menjual modem GSM dan CDMA, beserta beberapa perlengkapan komputer lainnya. Dari mereka saya mendapatkan penjelasan jika im2 truff memang sudah bisa dinikmati di Semarang. Hal ini saya informasikan pada teman saya yang berniat membeli starpack im2 truff tersebut.

Selasa 28 April 2009, teman saya akhirnya membeli starpack im2 truff seharga Rp 50.000 (padahal bandrolnya Rp 55.000). Untung ada pameran....

(Bip...! kesalahan ketiga, galeri indosat sebagai kantor cabang sampai kehabisan stock, sementara ada pihak ketiga yang mampu menyediakan barang bahkan dengan harga lebih murah)

Dari kejadian tersebut, dapat disimpulkan ujung tombak im2 di Semarang kurang tajam. Kesalahan bukan semata-mata terletak di mbak yang cantik itu. Namun juga dari pihak managemen yang "kurang" memberikan transfer knowledge pada karyawannya dan "kurang" menjaga ketersediaan stock barang ditengah gencarnya iklan yang mereka sampaikan. Maksud tulisan ini bukan untuk menjelek-jelekkan im2 dan jajarannya, namun semata-mata mengingatkan pada kita semua bahwa ujung tombak perusahaan / instansi haruslah benar-benar sering diasah agar terjaga ketajamannya, sehingga nama baik perusahaan/instansi dapat terpelihara. Disamping itu, dukungan semua lini perusahaan sangat diperlukan (dalam contoh, kerjasama antara pihak yang menjaga ketersediaan barang dan pihak pemasaran/iklan yang kurang sejalan perlu diperbaiki).

Baca selengkapnya......

Sabtu, 14 Maret 2009

Menggunakan Facebook dengan bijak

Tak terasa, saat ini demam facebook hampir terjadi dimana-mana. Mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, politikus, karyawan swasta, dan PNS-pun berbondong-bondong mencicipi enaknya menggunakan fasilitas facebook. Semua itu berawal dari kisah suksesnya Mr. Barrack Obama menduduki tahta kepresidenan yang antara lain disumbangkan oleh penggunaan facebook pada masa kampanyenya.

Yang menjadi persoalan, tidak semua pengguna mampu memanfaatkan facebook tersebut secara bijaksana. Pada beberapa orang facebook telah menjadi candu, dan digunakan secara berlebihan sehingga penggunaaan facebook dimaksud justru mengganggu kinerjanya, yang pada akhirnya juga mengganggu kinerja perusahaan/instansi tempat dia bekerja.

Sebelum jauh melangkah, mari kita bersama-sama menyimak artikel berikut ini :
1.
Sri Mulyani : Kalau Buka Internet, Jangan Hanya Facebook
2.
Facebook, Membuat Networking atau Not Working?
Dari dua artikel tersebut, dapat kita lihat betapa khawatirnya orang tua/pimpinan kita terhadap dampak buruk yang ditimbulkan penggunaan facebook pada mahasiswa/karyawannya. Kekhawatiran tersebut tidak dapat kita salahkan, mengingat kebiasaan kita (orang Indonesia) rata-rata kurang mempunyai kedisiplinan diri yang tinggi, sehingga kurang dapat membedakan kapan waktunya membuka facebook dan kapan seharusnya belajar/bekerja kembali dengan penuh konsentrasi dan dedikasi.

Lantas, bagaimana sikap kita dalam menghadapi fenomena facebook ini? Menolak hadirnya suatu fasilitas teknologi tentu dapat menjadikan kita kuper dan gaptek. Namun menggunakannya secara berlebihan tentu juga akan menimbulkan efek buruk. Yang terbaik tentunya adalah menggunakannya dengan bijaksana dan bertanggung jawab. Istilah kerennya ya kita harus profesional dan proporsional. Cara yang dapat ditempuh antara lain :

Pertama : Gunakan sesuai kebutuhan, dan jangan terlalu menuruti keinginan.

Kedua : Mulai sekarang kurangi atau bila mungkin jangan online di facebook pada jam kerja, jika hanya sekedar iseng-iseng. Namun jika memang diperlukan dalam rangka penyelesaian suatu pekerjaan, mengapa tidak? Diskusi dengan teman (mengenai penyelesaian suatu pekerjaan) melalui fasilitas chatting di facebook tentu lebih menghemat biaya kantor dan jauh mengasyikkan jika dibanding harus menggunakan telpon interlokal. Sedang kalau mau iseng-iseng atau sekedar say hello pada teman lama, ya sebaiknya kita lakukan pada jam istirahat atau setelah pulang ke rumah masing-masing. Ringkasnya, jangan istirahat di jam kerja, dan jangan kerja di jam istirahat.
Begitukah?




Baca selengkapnya......

Jumat, 27 Februari 2009

Hikmah dibalik penangkapan pemain bola oleh polisi

Masih jelas dalam ingatan kita pada kejadian pasca pertandingan kompetisi Liga Indonesia Divisi Utama antara Persis Solo melawan Gresik United di Stadion Maladi, Solo, 12 Februari lalu, dimana sejumlah pemain terlibat baku pukul yang mengakibatkan situasi kacau balau. Menurut berita dari berbagai media masa, kerusuhan tersebut dipicu oleh pemukulan yang dilakukan Bernard Mamadou (Gresik United) terhadap Nova Zaenal (Persis Solo). Buntut kerusuhan tersebut, Kapolda Jawa Tengah Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmodjo langsung memerintahkan aparatnya untuk menahan Nova dan Mamadou.

Hari-hari berikutnya, berita penangkapan pemain bola di lapangan tersebut telah menjadi polemik yang berkepanjangan. Polisi maupun PSSI sama-sama mempunyai argumen sendiri-sendiri. Menurut polisi, tidak ada ruang steril bagi siapapun yang melakukan kekacauan, termasuk pemain sepak bola sekalipun. Sedangkan menurut PSSI, langkah yang diambil polisi tersebut telah melanggar ketentuan dunia internasional, karena berdasarkan regulasi terbaru FIFA, setiap permasalahan yang terjadi di lapangan sepakbola tidak dapat diselesaikan oleh kepolisian, meskipun itu berbentuk perkelahian.

Dalam tulisan ini, saya tidak akan membahas mana yang lebih benar diantara pendapat pihak kepolisian atau pihak PSSI tersebut di atas. Sebab ahli hukum pun juga masih berbeda pendapat atas kejadian tersebut, apalagi saya yang sama sekali tidak mengenyam pendidikan di bidang hukum.
Saya hanya ingin menyampaikan : Alangkah mulianya jika kedua belah pihak (polisi dan PSSI) bersedia untuk duduk semeja, bermusyawarah, guna mengambil suatu kesepakatan yang sifatnya win-win solusi. Kedua belah pihak hendaknya tidak mengedepankan ego-nya masing-masing. Jangan menganggap hanya pihaknyalah yang paling benar, sehingga menganggap sebelah mata pihak yang lain.

Saya yakin kedua belah pihak sebenarnya mempunyai niat mulia untuk kemajuan dunia persepakbolaan di Indonesia. Polisi menginginkan agar tidak ada lagi secuil kerusuhanpun di laga sepak bola tanah air. Begitu juga sebaliknya, PSSI tidak ingin tindakan penangkapan terhadap pemain sepak bola oleh polisi ini akan menjadi catatan buruk dari FIFA terhadap persepakbolaan Indonesia. Kalau sama-sama berniat baik, mengapa tidak dicoba untuk ditempuh dengan jalan yang baik-baik pula. Yang telah lalu biarlah berlalu. Yang lebih penting untuk dilakukan adalah agar segera dibuat kesepakatan bersama antara pihak kepolisian dan PSSI tentang langkah-langkah pengamanan yang sebaiknya dilakukan dalam pertandingan berikutnya. Kalau kedua belah pihak benar-benar berniat memajukan dunia persebak bolaan Indonesia, saya yakin mereka bisa bekerja sama dengan baik. Kita tunggu saja.......

Baca selengkapnya......

Rabu, 25 Februari 2009

Kampanye Keselamatan Berkendaraan di Jalan Raya

Pagi tadi, saat melintas di bunderan Tugu Muda Semarang, saya menyaksikan beberapa petugas dari Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah mengkampanyekan keselamatan berkendara di jalan raya. Sambil menebar senyum penuh persahabatan, petugas-petugas tersebut membagi-bagikan leaflet. Mengingat arti penting ajakan untuk menjaga keselamatan berkendara bagi kita semua yang terkandung dalam leaflet yang dibagikan tersebut, berikut ini saya sampaikan kembali isi leaflet dimaksud kepada pembaca sekalian. Setelah membaca tulisan ini, diharapkan kita dapat menyampaikan kembali pesan mulia dimaksud kepada anggota keluarga, tetangga, teman, dan sahabat masing-masing.

Pertama : Memiliki SIM bukan jaminan keselamatan di jalan. Maksudnya, jangan mentang-mentang kita sudah mempunyai SIM lantas kita dapat "seenak udele dhewe" dalam mengemudikan kendaraan. SIM hanya menunjukkan kita telah lulus uji atau kita dianggap telah memenuhi unsur-unsur keselamatan yang diperlukan, baik usia (telah dewasa namun belum pikun), kesehatan, dan pengetahuan/ketrampilan berkendaraan. Yang lebih penting, bagaimana kita dapat mematuhi "tata krama" berkendara dengan baik sehingga tidak menimbulkan kecelakaan baik bagi diri sendiri lebih-lebih bagi orang lain. Seseorang yang ahli ngebut, bisa saja menjalankan kendaraannya dengan kecepatan penuh sambil bertelpon ria dengan HP. Namun tanpa disadari, tindakan tersebut dapat saja mencelakakan sesama pengguna jalan yang kurang konsentrasi gara-gara terlalu asyik melihat "pertunjukan" yang dipertontonkan sang ahli ngebut tadi.

Kedua : Kecelakaan lalu lintas dapat dicegah dengan disiplin dan mematuhi peraturan lalu lintas. Contoh aplikasi yang sederhana, JANGANLAH KITA SEKALI-KALI MENEROBOS JALAN SEDETIKPUN JIKA LAMPU MERAH DALAM KONDISI MENYALA. Yang kadang terjadi, ketika lampu hijau akan berganti lampu merah, kita berusaha menggeber sekencang-kencangnya laju kendaraan kita. Begitu juga sebaliknya, ketika lampu merah "hampir" berganti menjadi lampu hijau, kita berusaha mencuri star, seakan-akan kita akan kehilangan kesempatan besar jika tidak melakukan pencurian star tersebut. Dapat dibayangkan, jika dari arah berlawanan sama-sama melakukan kesalahan kecil tersebut. Yang satu belum mau berhenti disaat lampu merah, sedang dari arah lain sudah mencoba mencuri star, akibatnya angka probabilitas kecelakaan semakin tinggi. So, sabar dikit lach... coy !

Ketiga : Hendaknya kita tetap hati-hati dan berwaspada dalam berkendara. Pelanggaran lalu lintas dapat mengakibatkan : kendaraan rusak, cacat fisik, kematian, dan masuk penjara. Ingatkan pesan Bang Napi? "Waspadalah ! Waspadalah ! Waspadalah !"

Keempat : Jumlah korban flu burung ternyata belum seberapa dibandingkan korban kecelakaan lalu lintas. Pada saat terjadi wabah flu burung semua orang nampak peduli. Ketika kita tahu angka kematian yang besar akibat kecelakaan lalu lintas ini, masihkan kita tidak mau peduli?

Untuk itu, marilah kita mulai sekarang bertekad dan berusaha untuk senantiasa menaati tata tertib dan tata krama berlalu lintas, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Baca selengkapnya......

Minggu, 15 Februari 2009

Facebook : Jembatan Pergaulan Masa Kini

"Facebook, makanan apalagi itu?" Pernyataan tersebut bisa saja akan terdengar, manakala kita menyarankan teman kita untuk mencoba menggunakan fasilitas facebook. Sebenarnya apa sich facebook itu? Coba kita ketik kata facebook pada wajah om google. Biasanya akan muncul kalimat sebagai berikut : "Selamat datang di Facebook! Facebook adalah sebuah alat sosial yang menghubungkan orang-orang dengan teman dan lainnya yang bekerja, belajar dan hidup di sekitar mereka". Ya, facebook adalah salah satu sarana yang dapat kita gunakan untuk membina relasi, baik bisnis, politis, maupun nyelebritis.

Akhir-akhir ini, fenomena ber-facebook-ria terjadi dimana-mana, termasuk di Semarang. Harian Suara Merdeka, sang Perekat Komunitas Jawa Tengah, hari Minggu tanggal 15 Februari 2009 ini telah mengupas habis maraknya fenomena facebook, di rubrik Selasar pada halaman 13 dan di rubrik Konek pada halaman 19. Di rubrik Selasar antara lain diungkapkan bahwa facebook telah menjadi tempat baru yang nyaman buat ngrumpi (ngudarasa & ngudapikir), sarana menemukan teman yang telah lama "hilang", menemukan teman baru, dan sebagai sarana berorganisasi. Sedang di rubrik Konek antara lain di bahas manfaat facebook sebagai sarana kampanye, sebagaimana telah dilakukan oleh om Barrack Obama. Dengan facebook, calon anggota legislatif dapat "berkampanye" dan memperkenalkan dirinya selama 24 jam dalam sehari, tanpa harus kehabisan energi dan dengan biaya yang relatif murah.

Yang perlu saya tekankan di sini, hendaknya facebook dapat kita gunakan sebagai sarana pergaulan dengan penuh tanggung jawab, dan dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan kita. Tanggung jawab, dalam artian segala informasi yang kita sampaikan di ruang facebook jauh dari unsur penipuan serta niat jahat. Sesuai kebutuhan, dalam artian kita ber-facebook-ria namun harus tetap selalu ingat waktu. Waktu ibadah, waktu kerja, waktu istirahat, dan waktu buat keluarga jangan sampai tersita hanya gara-gara terlalu asyik bersama facebook. Sekali lagi, facebook hanyalah sebuah sarana. Kitalah yang harus dapat me-manage-nya, sehingga sarana tersebut berdaya guna bagi kita, dan bukan justru menjadi bumerang yang kontraproduktif.

Baca selengkapnya......

Senin, 09 Februari 2009

Rumput yang bergoyang

Akibat hujan yang turun dengan penuh rasa amarah, Semarang seakan menjadi kota yang tak berdaya : lemah, lesu, lemas, lunglai.... Luapan air kali ini memang benar-benar terasa akibatnya. Si Burung Besi tertunduk malu di bandara. Sang Naga Hitam-pun tidak berani menyentuh Poncol & Tawang. Apalagi Si Raja Jalanan, untuk dapat melewati beberapa titik genangan air di Kendal saja sudah nampak kepayahan. Semarang terisolir beberapa saat.

Setelah dalam kesempatan terdahulu beberapa kali saya menikmati adanya debur ombak di tepi kantor, pagi ini saya mendapati suasana "kapal pecah" akibat banjir yang menyapa & menyapu kantor. Nampak jelas, beberapa lumpur tadinya telah membaur dengan lantai kantor. Wuih... wuih... wuih...., "wanginya" mantap.... !

Kira-kira kenapa bisa terjadi banjir ya? Sebenarnya kita semua sudah mengetahui jawabannya. Pertanyaan sejatinya, mengapa kita sudah tahu hal-hal yang dapat mengakibatkan banjir, namun banjir masih saja selalu menghampiri kita? Untuk menemukan jawabannya, mari kita simak bersama penggalan syair lagu yang pernah didendangkan Ebit G Ade berikut ini :

Barangkali di sana ada jawabnya,
mengapa di tanahku terjadi bencana,
mungkin Tuhan
mulai bosan,
melihat tingkah kita
yang selalu salah dan bangga
dengan dosa-dosa,
atau alam mulai enggan
bersahabat dengan kita,
coba kita bertanya kepada
rumput yang bergoyang

Baca selengkapnya......

Rabu, 28 Januari 2009

Menjunjung Tinggi Etika Bertamu

Pada jam istirahat siang tadi, melalui pengamatan di shoutbox pada Blog Kang Rohman, kita dapat menyaksikan "pertarungan" antara Kang Rohman dan Sang Penyusup. Sang Penyusup berhasil menyaru sebagai Kang Rohman, kemudian bertindak sesuatu yang seharusnya hanya boleh dilakukan oleh Kang Rohman, diantaranya bertindak sebagai admin blog kemudian memblokir beberapa pengunjungnya. Cinta, salah seorang yang biasa berkunjung ke Blog Kang Rohman jadi sibuk meminta tolong kepada beberapa rekan lain (yang masih bisa komen di shoutbox-nya Kang Rohman), agar dia tidak diblokir oleh "Kang Rohman". Dan seingat saya, bukan kali ini saja Kang Rohman "dicoba" oleh pihak lain.

Sambil makan siang, pikiran saya mengembara, seolah-olah terjadi percakapan sebagai berikut :
Tanya : "Koq bisa sich?"
Jawab : "Ya bisa aja lach... Namanya juga tehnologi ciptaan manusia. Tidak ada karya cipta manusia yang sempurna. Wajar jika ada kelemahan disana-sini".
Tanya : "Maksudnya, koq ada orang yang tega sich berbuat begitu..."
Jawab : "Ya ada saja to.... Namanya juga dunia. Dunia ini lengkap isinya. Ada orang baik yang suka berbagi. Ada orang jahat yang suka mencuri. Dan ada juga orang yang kadang baik kadang jahat, yang kadang suka berbagi tapi kadang juga suka mencuri".
Tanya : "Trus gimana donk...?"
Jawab : "Doakan saja agar orang-orang yang tadinya jahat dibukakan pintu hatinya supaya berubah menjadi baik. Kasihan mereka khan, orang pinter-pinter koq tidak dapat memberikan manfaat pada orang lain, e... malah membuat kekacauan yang meresahkan pihak lain".
Tanya : "Kalau tetap jahat?"
Jawab : "Doakan lagi, berdoanya jangan sambil emosi...."
Tanya : "OK. Saya coba... Tapi biar gak terulang lagi gimana?"
Jawab : "Gampang. Ingatkan ajaran tentang adab bertamu, baik kepada si tuan rumah maupun kepada si tamu".
Tanya : "Maksudnya?"
Jawab : "Telmi amat sich.... Blog/website itu khan kaya' sebuah rumah. Jika suatu saat ada tamu yang datang, tuan rumah hendaknya memperlakukan dengan baik, bila perlu disuguhin makanan yang enak-enak. Si tamu juga harus sopan dan menjunjung tinggi etika bertamu".
Tanya : "Kalau yang datang pencuri?"
Jawab : "Laporin polisi aja".
Tanya : "Kenapa tidak kita bunuh saja pencurinya?"
Jawab : "Walah... Ntar kita yang ditangkap polisi !"

Baca selengkapnya......

Selasa, 20 Januari 2009

Kebiasaan mepet

Hari ini tanggal 20. Sambil nyari makan siang, mari kita amati bersama loket-loket tempat pembayaran listrik disekitar kita. Dijamin padat ! Mengapa? Karena kita memiliki kebiasaan (bukan budaya lho...) melaksanakan sesuatu mepet pada tanggal terakhir pembayaran/pelaksanaan suatu kewajiban.

Mau bukti lain? Coba datang ke Kantor Pelayanan Pajak di sekitar anda pada tanggal 20, pasti kantor tersebut akan lebih ramai dibanding tanggal-tanggal lainnya.

Kalau kita pikir-pikir dengan seksama, sebenarnya gak ada untungnya kalau kita menunda-nunda kewajiban itu. Sebagian kita khan gajian tanggal muda, sedangkan loket pembayaran listrik sudah dibuka lebar-lebar mulai tanggal 6. Kalau saja kita mau membayar tagihan listrik sebelum tanggal 10, sebenarnya kita akan lebih nyaman. Selain tidak perlu ngantre berlama-lama, uang yang kita anggarkan untuk membayar tagihan listrik juga terhindar dari kemungkinan "terpakai" buat keperluan yang lain. Khan nggak lucu, gara-gara kurang disiplin dalam membayar tagihan listrik, rumah kita jadi gelap gulita kaya begini nich.....


Lha sudah mbayar rajin aja kadang terpaksa merasakan kegelapan koq. We kek kek kek kek (kalau sering terjadi pemadalam oleh PLN, kita marahin bareng-bareng aja ya.....). Belum lagi kalau nasib baik baru berpihak pada kita, bisa-bisa dapat undian berhadiah dari pihak PLN.
Yang perlu saya garis bawahi lagi, "mepet" adalah bukan budaya kita. Ia hanyalah kebiasaan kita. Kebiasaan kurang baik (kalau gak mau dibilang kebiasaan buruk), yang sebenarnya dapat kita hindari demi kenyamanan kita sendiri.

Bagi yang beragama Islam, bukankah kita telah diperintahkan untuk menunaikan sholat wajib di awal waktu? Kalau untuk hal yang satu ini kita benar-benar telah membiasakan tertib waktu, Insya Allah kebiasaan mepet yang selama ini kita miliki sedikit demi sedikit dapat kita kurangi, bahkan kita tinggalkan. Mari kita belajar bersama.... Bersama kita bisa ! (hehehe..., koq kaya iklan politik saja...)

Baca selengkapnya......

Sabtu, 06 Desember 2008

Ujian CPNS

Lowongan menjadi CPNS kembali dibuka. Ribuan orang dari berbagai pelosok negeri berduyun-duyun mendaftarkan diri. Ada yang semangat 45. Ada yang dipaksa orang tua. Namun tidak sedikit yang hanya ikut-ikutan, sekedar mengetahui keberuntungan nasibnya.

Dulu, banyak orang yang enggan menjadi PNS. Selain terikat aturan birokrasi yang njlimet, penghasilan PNS bisa dibilang dibawah pegawai perusahaan swasta, apalagi dibanding perusahaan swasta bonafid. Lambat laun, diawali kebijakan pemerintah di era GUS DUR, penghasilan PNS mulai membaik. Dengan membaiknya penghasilan PNS tersebut telah menjadikan CPNS sebagai alternatif unggulan para pencari pekerjaan, mengingat beberapa perusahaan swasta saat ini sedang mengalami kelesuan akibat krisis keuangan global. Berita PHK dan perumahan sementara karyawan beberapa pekan ini telah banyak menghiasi halaman surat kabar dan tayangan layar kaca.

Sehari lagi test penerimaan CPNS akan digelar. Semoga saja, mereka yang benar-benar berdedikasi tinggi untuk mengabdi pada negeri ini diberi kelapangan jalan untuk diterima menjadi CPNS. Waktu ujian semakin dekat. Latihan, latihan, & latihan mengerjakan soal merupakan saran andalan yang selalu saya sampaikan pada rekan-rekan peminat CPNS. Dan jangan lupa berdoa pada Yang Maha Kuasa.
Selamat berjuang !

Baca selengkapnya......

Rabu, 26 November 2008

Mari hindari "Ilmu Ember"

Belakangan hari ini di beberapa desa di Semarang menyelenggarakan sedekah bumi apitan. Salah satu kegiatan yang

diselenggarakan dalam tradisi tersebut adalah menanggap wayang kulit. Kalau mendengar wayang kulit, saya selalu ingat makluk-makluk lucu bernama Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Dari bibir mereka selalu keluar banyolan-banyolan yang segar, namun seringpula mengandung banyak petuah.

Satu petuah yang saya ingat adalah agar kita jangan menggunakan ilmu ember. Secara garis besar, dapat saya gambarkan sebagai berikut :


Melihat ayahnya yang akhir-akhir ini uring-uringan, Bagong curhat sama Petruk.
Bagong : "Kang, romo Semar sekarang koq sukanya pakai ilmu ember ya?"
Petruk : "Maksudnya apa Gong?"
Bagong : "Gini maksudku. Kalau ada orang tua nabrak ember yang berisi air buat ngepel dan tumpah, ia akan marah-marah, bilangnya ANAK GAK TAHU ATURAN, NARUH EMBER SEMBARANGAN. Sebaliknya, kalau ada anak yang nabrak ember yang berisi air buat ngepel dan tumpah, iapun marah-marah, bilangnya ANAK GAK HATI-HATI, MATANYA DITARUH DIMANA, EMBER SEGITU BESARNYA KOQ DITABRAK-TABRAK."

Bagaimana dengan kita?

Baca selengkapnya......

Jumat, 14 November 2008

Rasanya tempat jalan-jalan di Semarang masih kurang

Disadari ataupun tidak, hari yg satu tlah berganti hari berikutnya. Begitu juga dengan bulan dan tahun, mereka lewat begitu saja. Kalau suasana hati kita enak, waktu terasa begitu cepat. Dan waktu hati kita dihimpit bermacam-macam persoalan, waktu terasa begitu lama. Aliya, yuniorku, kini dah lima tahun lebih. Ulang tahun yang kelima tidak kami rayakan seperti saat ulang tahunnya yang keempat. Dulu ulang tahun yang keempat, kami rayakan kecil-kecilan di rumah. Kami undang anak-anak tetangga se RT, dan kami undang badut yg cukup lucu untuk menghibur anak-anak. Ulang tahun yang ke lima ini, kami cuma beli kue tart. Kemudian hari minggunya, dimana anakku libur sekolah dan kamipun libur kerja, baru kami adakan acara makan-makan di luar.



Dengan bertambahnya usia, sudah pasti anakku tambah pinter dalam mengungkapkan keinginannya. Sekarang ini, setiap sabtu siang (pulang sekolah) dan tiap hari minggu, anakku selalu mengajak jalan-jalan. Aku sendiri bingung, harus kuajak kemana anak istriku. Aku sadar, kami memang memerlukan tempat rekreasi, tentunya yang murah meriah, yang dapat digunakan untuk melepaskan segala kejenuhan yang telah menghampiri kami. Tapi di Semarang rasanya agak susah menemukan tempat rekreasi yang cocok buat kami. Kebun binatang letaknya lumayan jauh, itupun konon kabarnya penghuninya kurus-kurus dan kurang banyak variasinya. Taman kota ya cuma gitu-gitu aja, anakku ndak bisa menikmati. Paling-paling akhirnya ya ke mall. Makan-makan di fastfood dan nemenin anak main di game zone. Setiap kesana anakku kujatah 10 s.d. 15 koin buat naik beraneka macam permainan yang ada. Disamping itu anakku sukanya main lonjak-lonjak.



Tapi kalau tiap minggu ke mall ya akhirnya bosen juga khan.... Untung masih ada Ngrembel. Tempat pemancingan ikan (tepatnya sich tempat makan ikan) di Gunung Pati. Lokasinya cukup dekat dari rumah kami. Disana ada kolam renang, flying fox, dan kuda tunggangan. Anakku paling senang berendam di kolam renang, meskipun awalnya agak takut-takut.

Pernah, aku sekeluarga bingung mo ngisi hari minggu kemana. Ke Simpang Lima rasanya terlalu riweh. Padat semrawut gitu lho. Hampir tiap hari minggu kayaknya warga Semarang tumplek blek disana. Kalau ndak ada kebutuhan yg ingin di beli, aku males kesana. Tapi kalau bersamaan mo beli sesuatu, misalnya : istri mo beli kerudung, baju anak, dsb, ya kami kesana. Sekalian muas-muasin anak naik bendi, becak, atau odong-odong (mainan berbentuk binatang dsb yg digenjot abang-abang). Pernah kami ke Masjid Agung Jawa Tengah. Disana kami naik menara, kaya di Monas. Kemudian naik kereta kelinci mengelilingi komplek masjid. Kemudian belanja di PKL-an yang mirip Simpang Lima. Lumayan......, buat variasi liburan.




Baca selengkapnya......