Aja lali marang kabecikaning liyan *** Aja sira degsura, ngaku luwih pinter tinimbang sejene *** Aja rumangsa bener dhewe, jalaran ing donya iki ora ana sing bener dhewe *** Aja wedi kangelan, jalaran urip aneng donya iku pancen angel *** Aja gawe seriking ati liyan *** Aja golek mungsuh *** Aja sira mulang gething marang liyan jalaran iku bakal nandur cecongkahan kang ora ana wusanane *** Aja ngumbar hawa napsu, mundhak sengsara uripmu *** Aja melik darbeking liyan *** Aja cidra ing janji *** Aja dumeh *** Aja kumalungkung *** Aja kumingsun *** Aja gumedhe *** Aja ngrusak pager ayu *** Aja dahwen *** Aja drengki *** Aja kuminter *** Aja ambeg siya *** Aja ngece wong ora duwe *** Aja kegedhen rumangsa *** Aja adigang-adigung-adiguna *** Aja nggege mangsa *** Aja nampik rejeki *** Aja panasten *** Aja seneng gawe gendra, jalaran gawe gendra iku sipating demit *** Aja seneng yen dialem, aja sengit yen cinacad *** Aja lali piwulang becik *** Aja aweh kasekten marang durjana *** Aja lali marang kahanan kang marakake perang, jalaran yen sira tansah lali bakal tansah ana perang bae *** Aja selingkuh *** Aja seneng madon *** Aja seneng main *** Aja seneng maido *** Aja seneng madad *** Aja seneng nyaru *** Aja bosenan/jelehan *** Aja nggebyah uyah padha asine *** Aja dadi wong pinter keblinger *** Aja mung tuwa tuwas *** Aja golek menange dhewe *** Aja gampang kelu ing swara *** Aja taberi utangan *** Aja seneng royal *** Aja pisan nacad liyan, ora ana wong kang ora cacad *** Aja wedi marang penggawe becik, lan wani marang penggawe ala *** Aja seneng nggampangake

Selasa, 14 Desember 2010

Mengantisipasi Pembatalan Tiket

Tanggal 12 Desember 2010 yll, saya ditelpon seorang teman yg mengabarkan bahwa tiket penerbangannya dibatalkan. Menurut cerita, yang bersangkutan mendapatkan SMS sehari sebelum hari H, dan baru mencari alternatif pengganti pada hari H. Penjadwalan ulang pada maskapai ybs sudah tidak memungkinkan, sementara cukup susah untuk menemukan armada pengganti yang cukup nyaman pada kesempatan yang terbatas. Berdasarkan pengalaman tersebut, maka kita perlu sesekali mengecek ulang jadwal penerbangan pada tanggal tiket yang telah kita beli, mengingat semua tiket merupakan tiket promo yg dibeli jauh-jauh hari.

Seperti yang saya lakukan kemarin, 13 Desember 2010, saya mengecek penjualan tiket yang telah saya beli untuk 1 bulan kedepan. Kebetulan untuk tanggal 2 Januari 2011, hanya terlihat satu kali penerbangan, padahal biasanya dua kali. Saya kemudian menghubungi call center, menanyakan apakah benar ada pembatalan untuk salah satu jadwal penerbangan. Dan setelah menerima penjelasan, saya ditawari untuk mengganti jadwal ke penerbangan yang tidak dibatalkan. Setelah memberikan data-data yang diperlukan, saya dijanjikan bahwa jadwal penerbangan saya akan disesuaikan paling lambat tgl 14 Desember 2010. Dan keesokan harinya, pagi-pagi setelah saya cek tiket saya telah disesuaikan, tanpa dipungut biaya tambahan. Sehingga kejadian yang dialami teman saya tidak terulang pada diri saya, dan tiket promo yang sudah ditangan tetap bermanfaat.

Yang perlu digaris bawahi dari kejadian tersebut di atas adalah :
1. Terdapat kemungkinan maskapai membatalkan jadwal penerbangannya.
2. Kemungkinan maskapai penerbangan baru "sempat" mengabarkan pembatalan penerbangan pada waktu mepet, meskipun secara teknis bisa dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya.
3. Perlu usaha aktif kita sendiri mengecek ulang tiket yang telah dibeli, agar rencana perjalanan tetap dapat berjalan dengan baik, dan tidak memrlukan tambahan biaya.

Baca selengkapnya......

Senin, 23 Agustus 2010

Booking online tiket mandala

Bagi seorang pegawai yang tempat kerjanya berjauhan dengan homebase, sarana transportasi merupakan suatu hal yang amat vital. Ada beberapa pilihan, bisa dengan kendaraan pribadi, bus, kereta api, maupun pesawat terbang. Semua pilihan mempunyai nilai plus dan minusnya masing-masing. Pada kesempatan kali ini saya hanya ingin berbagi pengalaman tentang cara memesan tiket mandala secara online. Mengapa mandala menjadi pilihan saya? Karena mandala-lah yang membolehkan saya memesan secara online dengan pembayaran melalui atm mandiri, bukan KARTU KREDIT ! Dan tarif promonya lumayan gila-gilaan.

Dulu, saya biasa memperoleh tiket melalui jasa travel agen. Namun karena sering mendapat harga yang lumayan wah, akhirnya saya mencoba booking sendiri secara online. Alhamdulillah, dari 33 tiket yang saya booking, 26 diantaranya merupakan tiket dengan harga promo. Ada yang Rp79.900, Rp100.000, Rp 69.900, dan 15 diantaranya seharga Rp 77.700. Menarik bukan?

Untuk memperoleh harga promo tentunya kita harus rajin membuka website mandala. Dan begitu melihat pada jadwal keberangkatan kita terdapat harga promo, langsung eksekusi saja.

Langkah pertama tentu saja buka www.mandalaair.com, maka akan ada tampilan sebagai berikut. Biasanya, setiap senin pagi mandala mengeluarkan harga promo. Seperti pada tampilan dibawah ini, disebutkan bahwa terdapat harga promo untuk pemesanan pada periode 23-29 Agustus yang digunakan untuk penerbangan 22 september 2010 s.d. 30 maret 2011.


Langkah selanjutnya, cari saja jadwal penerbangan sesuai kebutuhan kita.


Kalau tanggal sesuai jadwal/keperluan kita terdapat harga promo, maka akan ada pilihan harga promo seperti gambar di bawah ini.


Kalau memang harga promo tersebut sesuai dengan kebutuhan kita, tak ada salahnya cepat-cepat kita ambil.


Selanjutnya isikan data diri kita sesuai KTP/SIM. Pada saat check in, biasanya akan ditanyakan KTP/SIM kita tersebut. Nomor HP dan email sebaiknya diisi dengan benar, agar jika terjadi penundaan atau pembatalan karena suatu hal kita bisa dihubungi dengan segera.


Selanjutnya tentang cara pembayaran. Karena kebetulan saya tidak mempunyai kartu kredit, maka saya menggunakan Debit/SMS. Pilih saja yang SMS Mandiri (mATM). Bagi yang belum mendaftar sms banking jangan kawatir. Langkah ini hanya untuk mendapatkan nomor kode pembayaran, yang nantinya harus kita masukkan dalam mesin atm mandiri.


Langkah selanjutnya isikan kode pengaman yang muncul.


Kemudian masukkan no handphone.


Langkah selanjutnya klik pada tulisan "klik disini"


Maka akan muncul status "hold/menunggu", nomor konfirmasi dan kode pembayaran. Nomor konfirmasi berguna untuk mencari pemesanan tiket kita, dan nantinya juga berlaku sebagai kode booking tiket. Kode pembayaran yang ada dicatat untuk melakukan pembayaran melalui atm. Pada atm mandiri, pilih menu : "pembayaran/pembelian", kemudian pilih "tiket", kemudian pilih "pesawat udara", kemudian pilih "5" yang berarti mandala, kemudia masukkan 13 digit kode pembayaran yang telah dicatat di atas. Begitu transaksi di mesin atm selesai, maka status "hold/menunggu" tadi akan berubah menjadi "confirmed/terkonfirmasi" secara otomatis dan real time. Yang perlu diingat, biasanya jika kita memilih harga promo, kita hanya diberi waktu 2 jam untuk menyelesaikan pembayaran via atm, sedang tiket non promo biasanya 8 jam.


Langkah selanjutnya tinggal mengecek pemesanan tiket kita.


Masukkan nomor konfirmasi yang diperoleh pada langkah sebelumnya dan alamat email pada saat kita melakukan pemesanan. Dapat dipastikan pemesanan tiket kita sudah OK. Langkah selanjutnya, cetak sendiri itinerary-nya biar lebih mantap, meskipun sebenarnya kode booking cukup buat chek in di bandara.

Update 21 September 2010 :
Setelah lama tidak melihat maskapai penerbangan selain Mandala, tadi saya menyempatkan diri membuka website Sriwijaya Air dan Lion Air. Ternyata ada perkembangan yang menarik dari keduanya, yaitu :
1. Sriwijaya Air sekarang telah melayani booking online, meski pembayaran baru bisa dilakukan melalui ATM BCA atau Internet Banking BCA. Kedua cara pembayaran ini memerlukan biaya tambahan sebesar Rp 11.000,-
2. Lion Air sekarang telah melayani pembayaran booking online tiket melalui ATM, yaitu melalui ATM Bank Lippo, Bank BNI, Bank Niaga, ATM Mandiri, Bank BII, Bank Permata, dan Bank BRI.

Namun harga promo yang ditawarkan oleh kedua maskapai tersebut belum "segila" yang ditawarkan Mandala Air. Penjualan tiket domestik Mandala Air periode 20-30 September untuk penerbangan tanggal 4 Januari 2011 s.d. 30 April 2011 dilepas di harga promo senilai Rp 8.800,- (setara dengan harga semangkok Mie Ayam + es teh).
Hidup Mandala !!! I love u full dagh....

Baca selengkapnya......

Selasa, 30 Maret 2010

Cerita Menjelang Tidur...

Akhir-akhir ini Direktorat Jenderal Pajak sedang dalam sorotan masyarakat. Semua itu berawal dari terbongkarnya ulah oknum pegawainya yang patut diduga telah melakukan tindakan yang menguntungkan dirinya sendiri. Akibatnya, pegawai pajak lainnya juga diberi label yang sama oleh masyarakat luas.

Berikut ini saya sampaikan sepenggal cerita yang ditulis oleh Sdri. Jingga Rosti Sulanjari, yang saya "copas" dari sebuah forum diskusi. Semoga kita dapat mengambil pelajaran darinya.

Kok belum tidur, sayang?

Aku belum ngantuk, bunda....

Ini udah malem loh, besok pagi sekolah khan? Kamu kok kelihatannya murung banget?

Aku sedih, bunda...

Sedih kenapa?

Aku di sekolah diejek temen-temen, bunda.. Aku gak mau masuk sekolah lagi... Sekolah itu isinya jahat semua... Katanya ayah sama bunda itu temennya Jayus.. Katanya Jayus itu jahat, ambil uang rakyat, jadi ayah sama bunda juga jahat.. Emangnya begitu ya, bunda? Kenapa ayah sama bunda dibilang jahat sama mereka? Padahal ayah khan ayah paling baiiiiiiiiik sedunia.. Bunda juga.. Iya khan, bunda? Mereka yang jahat ngejek-ngejek aku begitu...

Hmmm, mereka cuma gak tau, sayang... Gini, gimana kalo bunda ceritain sebuah cerita buat kamu?

Cerita apa, bunda?

Cerita` tentang sebuah kerajaan di suatu hutan jaman dahulu kala.

Waaaah, ada rajanya dong, bunda? Rajanya mirip ayah gak?

Hoho9, ada rajanya, tapi gak mirip ayah, mau diceritain gak nih?

Mau mau mauuuu, bundaaaa....

Ehm, ehm... Once upon a time.... Pada jaman dahulu kala... Di sebuah hutan terdapatlah sebuah kerajaan binatang. Kerajaan ini dipimpin oleh seekor singa yang amat bijaksana.

Waaah, singanya besar, bunda? Aku suka lihat singa, kerennnn.... Aummm...

Hehe, iya.. Singa itu besar, besaaaaaaaaarrrr sekali. Nahh, Singa ini dibantu oleh para staf kerajaan lainnya. Ada Jerapah si sekretaris kerajaan, Macan si bendahara kerajaan, Tikus si kepala dewan rakyat, Gajah si hakim kerajaan, Buaya si penjaga keamanan kerajaan, dan masih banyak lagi staf kerajaan lainnya.

Monyet jadi apa, bunda?

Monyet? Umm, Monyet jadi anggota penghibur kerajaan, seperti kamu yang selalu suka melihat topeng monyet bukan?

Iya, iya, monyet lucu, bunda...

Nah kita lanjut ya ceritanya.. Jadi suatu ketika Buaya si penjaga keamanan kerajaan menemukan adanya suatu kejanggalan dalam kerajaan. Kemudian Buaya membeberkan kejanggalan ini di depan publik, di depan seluruh warga kerajaan hutan tersebut. Dalam pidatonya itu Buaya menyebut beberapa pihak yang ikut andil dalam kejanggalan yang terjadi tadi.

Kejanggalan itu apa, bunda? Aku gak ngerti....

Hmm, kejanggalan apa yaa,, gini, kamu tahu khan, sayang, kalau orang jahat harus dihukum dengan setimpal?

Iya, iya, aku tahu.. Orang jahat harus dihukum...

Nah kejanggalan ini seperti membela yang jahat, melindungi yang jahat, jadi ada yang jahat dalam kerajaan itu, salah seorang warganya, tapi bukannya dihukum malah dilindungi, nahh yang melindungi si orang jahat ini yang kemudian diketahui oleh si Buaya.

Trus, bunda? Yang lainnya gak tau?

Iya, jadi ada orang jahat, orang yang seharusnya dihukum malah dilindungi oleh beberapa pihak yang disebutin sama Buaya tadi...

Loh? Termasuk Buaya juga, bunda?

Iya, jadi ada Buaya lain yang juga disebut, ada Gajah, juga ada Lebah...

Lebah? Lebah kerjanya jadi apa, bunda? Aku suka madu... madu khan yang buat lebah ya, bunda?

Iya, madu yang manis.. Nah, tapi Lebah yang ini tugasnya mengumpulkan sedikit bagian hasil dari panen rakyat yang memang menjadi bagian untuk kerajaan. Jadi rakyat yang punya makanan, panen, juga harta yang banyaaaaak diwajibkan untuk memberikan sedikit bagiannya untuk kerajaan. Nah, bagian-bagian yang udah dikasih oleh rakyat ke kerajaan ini digunakan untuk seluruh kegiatan kerajaan, termasuk menggaji para staf kerajaan, membangun fasilitas umum, membiayai seluruh belanja kerajaan..

Fasilitas umum itu apa, bunda? Yang bikin siapa?

Fasilitas umum itu seperti jalanan, jembatan, pelabuhan, terminal, sekolah, rumah sakit, dan masih banyak lagi.. Yang bikin tentu aja kerajaan juga, tapi yang melaksanakan itu Sapi si pekerja umum, dia bersama sapi lainnya membuat jalanan, terminal, dan segala macam itu. Para sapi ini bertanggung jawab atas tersedianya fasilitas-fasilitas umum ini.

Oh? Bukannya Singa yang tanggung jawab, bunda? Jadi jalanan di depan rumah kita itu fasilitas umum ya? Aku boleh lewat situ khan, bunda?

Betul sekali, sayang, kamu boleh lewat kapan aja, khan ayah sama bunda bayar pajak, jadi kita berhak menikmatinya.

Pajak? Pajak itu apaan lagi, bunda?

Itu semacam panen bagian kerajaan tadi, gunanya sama, dipungut untuk membiayai negara. Hanya saja bentuknya uang, bukan panen seperti di kerajaan hutan.

Ohh... balik cerita tadiii, bundaa....

Oh ya, Singa bertanggung jawab untuk semuanya, tapi tanggung jawab secara teknisnya ada pada para Sapi. Bukan pada Lebah si pengumpul bagian panen kerajaan atau Macan si bendahara kerajaan. Lebah hanya bertanggung jawab atas pengumpulannya aja, dan Macan bertanggung jawab atas keluar-masuknya bagian panen yang dikumpulkan tadi. Kenapa? Karena rakyat mengumpulkannya langsung ke celengan kerajaan yang dipegang oleh Macan tadi.

Ahh, bundaaa... aku gak ngerti....

Hmm, gini, jadi Lebah bekerja untuk memberitahu rakyat untuk mengumpulkan sebagian kecil dari hasil panen mereka untuk kerajaan dan mencatat siapa saja yang sudah mengumpulkan dan berapa besarannya, kemudian rakyat mengumpulkannya langsung kepada Macan yang langsung dimasukkan ke dalam celengan. Nah, dari celengan ini nanti setiap tahunnya direncanain mau dibuat apa aja selama setahun itu, seperti yang bunda bilang tadi, mau dibuat bayar gaji staf kerajaan, bikin fasilitas umum, dan masih banyak lagi. Nahhh, setelah direncanain, trus dibagi-bagi deh ke Sapi buat dibikinin fasilitas-fasilitas umum tadi.. Begitu...

Oh, gitu.... Aku juga punya celengan. Hehe.. Setiap hari ku isi supaya penuh...

Bagus itu, kamu emang anak bunda yang paling hebat...

Trus yang jahat tadi apa?

Oh ya, kita balik lagi ya.. jadi khan ada rakyat yang punya banyaaaaaaaaaaak sekali harta, panennya juga melimpah, tapi dia gak mau mengumpulkan sebagian kecil dari hartanya itu untuk kerajaan, rakyat yang ini kebetulan seekor serigala. Serigala ini kemudian mencoba untuk menyuap seekor Lebah yang kebetulan bertugas untuk mengumpulkan bagian kerajaan dari si Serigala. Serigala merayu Lebah agar Serigala dibolehkan mengumpulkannya jauh lebih sedikit daripada yang seharusnya. Dan sebagai imbalannya Lebah akan diberi sedikit bagian dari Serigala. Karena keimanannya yang tipis dan jumlah yang diberikan cukup banyak, akhirnya Lebah yang lemah tadi terkena rayuan Serigala, Lebah ini menerima tawaran dari Serigala.

Kok Lebahnya mau sih, bundaaa? Itu khan gak boleh ya, bunda?

Tentu aja gak boleh.. Nah kemudian masalah ini diketahui oleh seluruh rakyat. Walaupun hanya baru seekor Lebah itu saja yang bisa diketahui, sedangkan Gajah atau Buaya atau staf kerajaan lainnya belum diketahui lagi siapa saja yang terlibat. Akibatnya adalah seluruh rakyat marah mengetahui bahwa si Lebah yang satu tadi itu mempunyai banyak persediaan makanan di rumahnya hasil dari imbalan yang diberikan oleh si Serigala tadi.

Marah-marah semua, bunda? Ngamuk-ngamuk? Cakar-cakaran?

Iya, semuanya marah-marah. Beberapa yang mengerti bagaimana persoalannya pun marah, tapi tak sedikit yang tak paham ikutan memberi komentar dimana-mana, walaupun pada hakikatnya seluruh rakyat punya hak untuk berkomentar, tapi tentunya komentar yang berdasar pada ilmu dan dapat dipertanggungjawabkan. Bukan komentar asal yang hanya memperkeruh keadaan.

Memangnya mereka komentar apa, bunda?

Banyak sekali, sayang. Mereka jadi mengeneralisir seluruh Lebah lainnya yang sudah susah payah mengumpulkan sedikit panen dari rakyat untuk kerajaan agar dapat membiayai seluruh kegiataan kerajaan malah disamakan secara keseluruhan kalau Lebah lainnya juga sama dengan Lebah yang menerima imbalan dari Serigala tadi. Lebah lainnya dibilang sudah memakan panen yang sudah dikumpulkan rakyat untuk diri sendiri dan keluarganya. Padahal para Lebah sama sekali tak pernah menyentuh panen bagian kerajaan tersebut.

Oh iya yaaa, khan panennya tadi ada di celengannya macan ya, bundaaa...

Nah iya, kamu emang pinter, sayang... Sampai-sampai ada yang memprovokasi untuk gak lagi mengumpulkan bagian panen kerajaan, melakukan boikot-boikot yang sebenarnya malah membuat perekonomian kerajaan menjadi lumpuh karena tak ada lagi dana yang masuk untuk berbagai kegiatan kerajaan. Mereka malah mengikuti jejak si Serigala yang gak mau mengumpulkan bagian panen kerajaan tadi. Jadinya sama saja dengan si Serigala..

Loh kok gitu? Kok malah ikutan Serigala jahat? Seharusnya khan gak begitu ya, bunda?

Iya.. Seharusnya.. Para Lebah juga malah disalahkan dan dimintai pertanggungjawabannya terhadap fasilitas umum yang buruk dimana-mana, padahal itu bukan lah tanggung jawab para Lebah. Tapi rakyat tidak tahu, dan mungkin memang kurang informasi mengenai fungsi dan tanggung jawab berbagai staf kerajaan. Ditambah para Burung Beo yang suka menceritakan berbagai berita yang belum tentu benar dan sahih.

Burung Beo? Mereka jadi apa, bunda? Burung Beo khan lucu, pinter ngomong..

Burung Beo ini yang menyebarkan berita ke seluruh penjuru hutan. Jadi seluruh rakyat bisa tau berbagai macam berita. Tapi yah kadang Burung Beo berlebihan dengan kata-kata dalam beritanya hanya agar rakyat mau mendengarnya terus-terusan mengoceh. Walau begitu tak semua Burung Beo suka mengoceh tak jelas, banyak juga yang memberitakan hal yang benar juga membantu meluruskan hal-hal yang simpang siur dan belum jelas yang beredar di perbincangan rakyat kerajaan.

Haha9, temenku ada yang suka bicara gak bener, dia suka mengada-ada, bunda.. Jadi dia dijulukin si pembual...

Nah itu, kamu gak boleh ya seperti itu, sayang...

Iya, bunda. Berbohong itu khan dosa. Trus gimana ceritanya, bunda? Emangnya singa gak ngapa-ngapain?

Tentu aja Singa ambil tindakan. Sebagai seorang raja yang selalu harus bijaksana dalam memimpin kerajaannya, maka Singa segera memerintahkan kepada para Buaya untuk mencari Lebah, Gajah, juga Buaya lain yang memang sudah terlibat, dan tentunya juga Serigala agar ditangkap secepat mungkin.

Ketangkep gak, bunda? Aku jadi gemes sama Serigala, Serigala jahat... curang, gak mau ngumpulin panennya. Padahal rakyat yang lain mau ngumpulin panennya... huh.. gemes juga sama Lebah, Gajah, Buaya yang jahat juga...

Ketangkep dong. Walaupun pada awalnya susah buat menangkap mereka, tapi berkat dukungan seluruh staf kerajaan dan rakyatnya, akhirnya mereka berhasil ditangkap. Kemudian para penjahat ini diadili di depan seluruh rakyatnya, tanpa terkecuali. Panen yang memang ada di rumah Lebah, Gajah, dan Buaya tadi segera diambil dan diamankan oleh staf kerajaan.

Waaaah, hebat...

Iya, hebat, raja, staf kerajaan, dan seluruh rakyat bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan ini. Para Buaya yang bekerja tanpa lelah untuk mencari para penjahat itu, para Gajah yang menghakimi dengan adil, juga para Tikus yang mewakili rakyat dengan arif. Tidak saling tuduh dan saling hujat, apalagi mencaci maki pihak lainnya yang bahkan tidak melakukan hal yang buruk dan sudah menjalankan pekerjaannya dengan baik. Karena seharusnya memang kita berpikir jernih dan tenang dalam menghadapi suatu permasalahan. Tidak gegabah, tidak terprovokasi, dan tidak men-generalisir sesuatu hanya karena bagian dari sesuatu itu melakukan keburukan. Karena masih banyaaaaaak sekali Serigala, Lebah, Gajah, dan Buaya yang baik dan gak jahat.

Men-generalisir itu apa sih, bunda? Bunda nihhh... aku gak paham bunda ngomong apa.... Aku juga gak ngerti provokasi....

Hmm, begini, seperti temanmu yang tadi mengejek-ngejek kamu di sekolah, kamu jadi sedih, kamu jadi berpikir kalau dia jahat. Tapi kamu khan gak boleh mengatakan kalau temanmu yang lain juga jahat seperti dia, apalagi sampai kamu gak mau sekolah dan bilang kalau sekolahmu itu isinya orang jahat semua hanya karena seorang atau beberapa orang temanmu berbuat jahat.

Tapi khan dia emang jahat. Besok kalau aku masuk sekolah aku bakal diejek-ejek lagi. Aku gak mau, bunda....

Lohh, kamu khan gak salah, kenapa malah gak mau sekolah? Kalo mereka mengejek-ejek dan menjelek-jelekkan kamu, biarin aja, anggap saja hanya burung beo yang pengen diperhatiin sama kamu. Yang penting khan kamu gak buat salah apa-apa, khan?

Gak, bunda.. Aku gak nakal kok....

Pasti dong... Khan anak bunda,... Jadi, besok masuk sekolah khan?

Hu um...

Sekarang bobo ya?

Bunda....

Ya?

Aku kangen ayah.....

Bunda juga kangen ayah....

Ayah kapan pulang, bunda?

Hmmm, nanti ayah pulang kok...

Hari ulang tahunku ayah pulang?

Insya Allah, bulan depan ulang tahunmu ya, mau kado apa, sayang?

Aku gak mau kado, aku cuma mau ayah pulang...

Sabar ya, sayang.... Nanti ayah pulang. Ayah khan harus kerja, dan harus nabung supaya bisa pulang...

Kenapa kita gak tinggal bareng aja, bunda?

Khan bunda harus kerja juga disini?

Kenapa ayah gak kerja disini aja, bunda? Kenapa malah di Mau... Mau... Mau apa, bunda?

Maumere...

Iya, Maumere... Itu jauh ya, bunda, dari Aceh sini?

Jauh, jauh sekali.. Tapi kamu khan sayang ayah? Jadi ayah selalu dekat sama kamu, di sini, di dalam hati kamu... Kamu berdoa aja ya supaya ayah cepat pindah tugas ke sini, bareng sama kita.

Iya, bunda. Aku sayang bunda... sayang ayah juga...

Bunda juga sayang kamu.. bobo yaaa....



Baca selengkapnya......

Selasa, 16 Februari 2010

Catatan Kehidupan

Menyimak keterangan saksi ahli dalam persidangan kasus pembuhuhan NZ beberapa waktu yang lalu, kita jadi lebih tahu bahwa seluruh data sms (baik catatan tentang waktu kejadian, siapa pengirimnya, siapa penerimanya, maupun apa saja isinya) masih bisa dilihat meskipun waktu telah lama berlalu.
Bagi pengguna gtalk, kita juga bisa membuka catatan lengkap tentang waktu, lawan chatting, lengkap dengan isi obrolannya meskipun kegiatan chatting yang kita lakukan tersebut telah lama kita lupakan (bagi yg belum tahu, coba buka gtalk, klik kanan pada salah satu teman yang pernah chatting dengan kita, pilih View past chats).

Dari dua kenyataan tersebut di atas, yang ingin saya sampaikan adalah : kita (yang hanya makhluk kecil) saja mampu melihat catatan kejadian yang telah lewat dengan sangat detil, namun apakah kita telah menyadari bahwa segala pikiran, perasaan, dan perbuatan apapun yang akan, sedang, dan telah kita lakukan sesungguhnya telah di catat oleh malaikat yang diutus oleh Allah? Mampukah kita membayangkan pada saat hari akhir nanti kita menahan malu ketika dilihatkan catatan-catatan "miring" yang telah kita perbuat selama di dunia?

Semoga dengan membaca tulisan singkat ini, hati kita senantiasa digerakkan untuk menjalankan berbagai perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Baca selengkapnya......

Rabu, 17 Juni 2009

Sarana Komunikasi

Beberapa minggu yang lalu, selaku salah satu pengurus RT, saya turut mendengarkan curhat seorang warga (demi kebaikan bersama, nama warga dimaksud dirahasiakan - red). Setelah mendalami permasalahannya, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya permasalahan tersebut bermula dari buntunya arus komunikasi antara warga dimaksud dengan warga lainnya. Padahal, kita hidup dijaman internet, dimana hanya dengan satu klik saja maka kita bisa melihat "dunia".

Menghadapi kejadian tersebut, kemudian saya dan ketua RT mencoba mendengarkan dan berdialog dengan warga dimaksud melalui fasilitas email. Alhamdulillah, dari saling berkirim email tersebut akhirnya tercipta persamaan persepsi, sehingga ganjalan di hati yang semula membuat kekurang-nyamanan bersama dapat diminimalisir.

Belajar dari pengalaman tersebut, secara informal saya mengusulkan kepada ketua RT agar dibuat sebuah blog yang dapat dijadikan sarana berkomunikasi antar warga RT, yang antara lain memuat hasil rapat di tingkat RT. Dan Alhamdulillah, blog sederhana tersebut sekarang telah lahir, bernama Komunitas RT 02 RW XII. Semoga dengan kelahirannya, komunikasi antar warga RT 02 dapat ditingkatkan. Namun demikian, sepanjang tidak ada hal yang sangat penting dan mendesak, diharapkan segenap warga berusaha untuk menghadiri setiap pertemuan yang telah diagendakan bersama.

Baca selengkapnya......

Sabtu, 23 Mei 2009

Hercules

Mendengar terjadinya musibah jatuhnya pesawat hercules beberapa hari yang telah lewat, saya menjadi teringat kenangan "nano-nano" saya yang terjadi 10 tahun yang lalu. Ya kenangan manis, campur asem, dan sedikit pedes. Pengin tau?

Setelah merasakan hidup penuh warna di Ambon manise selama kurang lebih 1,5 tahun, tanggal 27 Juli 1999 pagi saya mendengar kabar yang menyejukkan hati. Hari itu sebenarnya di kantor sedang berlangsung acara pisah sambut pejabat eselon III. Namun karena situasi di luar mulai memanas lagi, setelah sempat adem ayem beberapa minggu, maka hati saya jadi gundah. Kebetulan SK mutasi saya dari Ambon ke Semarang telah diteken tanggal 12 Juli 1999. Betapa tidak gundah, setelah mengalami dan menyaksikan situasi yang kurang kondusif, aman, kembali panas, agak reda, memanas lagi, dst, dan berjuang untuk pindah dan akhirnya mendapat anugerah SK pindah, e.... sarana transportasi tidak tersedia. Pada saat itu PT Pelni tidak menjual tiket karena tidak ada kapal yang berani bersandar di pelabuhan ambon. Sementara jadwal penerbangan pesawatpun tak dapat diharapkan kepastiannya. Maka dengan adanya kabar kedatangan 3 (seingat saya 3) pesawat hercules yang datang di Ambon hari itu membawa pasukan TNI yang diperbantukan untuk mengatasi masalah keamanan pada saat itu sangatlah menggembirakan hati saya. Informasi ini saya terima dari mulut ke mulut di lingkungan GKN Ambon, tempat kerja sekaligus tempat pengungsian kami waktu itu. Awalnya pegawai BC yang bertugas di bandara menginformasikan kedatangan pesawat hercules ke pejabat BC yang akan pergi ke Jakarta.

Setelah mendapatkan pinjaman fresh money dari Mas Syafril (fungsional yang baru dilantik dan langsung minta cuti), dan berpamitan pada teman-teman yang berada di kantor, saya bersama rombongan menuju bandara ambon yang berjarak 30-45 menit perjalanan darat. Rombongan tersebut adalah pejabat eselon III Bea Cukai (yang mendapat dan membagi-bagi informasi adanya pesawat hercules), Pak Butje Kadmaer (Kabid IAP yang kebetulan dimutasi sebagai Ka. Karikpa di daerah Jawa Timur) beserta istri, dan 2 fungsional yg akan cuti tahunan setelah mengikuti acara pelantikan. Seingat saya ada 2 mobil kijang yang berangkat beriringan. Masing-masing mobil dikawal 2 aparat keamanan dengan senjata laras panjang menjulur keluar jendela mobil. Di sepanjang perjalanan, saya menyaksikan puluhan rumah dalam kondisi tidak utuh lagi, bahkan ada yang masih mengepulkan asap. Sungguh perjalanan yang sulit untuk dilupakan.

Begitu sampai di bandara Ambon, rasanya hati ini sudah sampai ke tanah jawa, tanah kelahiran yang begitu dirindukan. Setelah membayar uang administrasi sebesar Rp 750.000, saya dan 15-an penumpang lainnya merasakan jasa pesawat hercules dan kru-nya. Saat itu perjalanan sangat menyenangkan. Yang kuingat 2 pesawat sempat terbang beriringan, karena pesawat yang saya tumpangi di posisi depan, rasanya seperti dikawal pesawat lain. Sungguh pemandangan yang mengagumkan. Kamipun diberi kesempatan untuk melihat kokpit pesawat secara bergantian, walau cuma sebentar-sebentar. Dengan waktu tempuh 5 jam-an kami akhirnya mendarat di bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta dengan selamat dan penuh rasa haru. Terima kasih Hercules....., jasamu kan selalu kuingat....

Baca selengkapnya......

Minggu, 03 Mei 2009

Menghemat BBM dengan Powermax

Saat duduk di bangku sekolah dasar, kita diberi tahu oleh pak guru bahwa negara kita merupakan surga dunia. Penduduknya ramah, tanahnya subur, alamnya indah, hasil tambangnyapun melimpah ruah. Masih terngiang di telinga kita, saat itu dalam rangka menumbuhkan cinta tanah air, pak guru bercerita dengan semangat dan kebanggaan luar biasa, bahwa negara kita ini salah satu anggota OPEC, penghasil dan pengekspor minyak dunia. Dalam sejarah negara kita juga terukir kisah bahwa minyak pernah menjadi tulang punggung penerimaan dalam APBN kita.

Namun itu semua tinggal sejarah. Saat ini persediaan minyak kita tinggal se-umrit alias sedikit sekali. Dengan semakin menipisnya cadangan minyak yang kita miliki, tentunya kita harus segera mencari dan menerapkan penggunaan bahan bakar alternatif. Sambil menunggu hadirnya bahan bakar alternatif tersebut, kita juga harus menempuh upaya-upaya nyata penghematan energi, baik listrik maupun BBM.

Penghematan listrik dapat dilakukan dengan disiplin diri dalam mematikan listrik pada lampu dan peralatan listrik yang tidak terpakai, dan dengan mengganti lampu dan peralatan listrik yang hemat energi (watt lebih kecil, namun manfaat sama/lebih). Penghematan BBM dapat dilakukan dengan mengoptimalkan kendaraan bermotor yang dimiliki seefektif dan seefisien mungkin. Misalnya, kalau bisa berboncengan mengapa harus sendiri-sendiri.

Penghematan BBM juga dapat dilakukan dengan penggunaan suplemen bahan bakar tertentu. Salah satu contoh suplemen dimaksud adalah Power-MAX Double Action Fuel Catalyst (lebih akrab disebut powermax saja), yaitu campuran bahan bakar yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan. Menurut produsennya, manfaat penggunaannya antara lain : dapat meningkatkan tenaga dan akselerasi kendaraan, dapat menghemat BBM kendaraan sampai 30%, mencegah mesin ngelitik/detonasi, melarutkan kandungan air dari kondensasi (Penguapan) dalam tangki bahan bakar sehingga mencegah karat, mengurangi deposit karbon pada ruang bahan bakar, mengurangi kadar polusi pada gas buang.

Kebetulan saya juga mencoba dan merasakan sendiri manfaat powermax dimaksud, utamanya pada penghematannya. Dari searching berita/kabar di internet juga belum saya temukan keluhan penggunaan powermax, hanya saja kadang diperlukan pengecek filter bensin, siapa tau terlalu banyak kotoran yang larut dan menyumbat filter. (Kalau ada yang punya pengalaman buruk, ditunggu koment-nya ya....). Saat itu saya membeli sebotol powermax isi 100 cc (untuk max 60 liter) seharga Rp 25.000 dari tetangga rumah. Denger-denger sich penjualannya saat ini menggunakan sistem MLM di bawah bendera
PT UNITY NETWORK INTERNATIONAL.

Tulisan ini bukan merupakan bagian dari advertising produk powermax, namun semata-mata merupakan apreasi positif saya terhadap salah satu upaya penghematan BBM. Semoga bahan bakar alternatif yang murah meriah dan ramah lingkungan segera diproduksi secara masal dalam skala besar, untuk dapat menggantikan BBM yang selama ini menghantui kita. Sementara itu, suplemen BBM juga bertambah banyak variannya, sehingga harganya semakin murah dan mudah didapat di pasar biasa.


Baca selengkapnya......

Sabtu, 02 Mei 2009

Esuk dhele sore tempe?

Menyimak tingkah laku politikus dalam mensikapi hasil pileg dan rencana pilpres akhir-akhir ini, saya kadang bertanya-tanya, dunia politik itu rumit apa sengaja dibuat rumit ya? Masing-masing kubu / blok terlihat sibuk mencari celah-celah sempit yang akan mereka jadikan jalan lapang menuju kursi kekuasaan.

Sebelum pelaksanaan pileg 9 April yang lalu, rakyat Indonesia dipusingkan dengan terlalu banyaknya pilihan yang disodorkan pada mereka. Masing-masing caleg dan parpol berlomba-lomba menawarkan diri dan meyakinkan kepada khalayak, bahwa hanya merekalah satu-satunya caleg/parpol yang layak dan wajib dipilih kalau rakyat menghendaki kemakmuran dan kesejahteraan di masa depan. Namun setelah hasil perhitungan sementara diumumkan oleh berbagai lembaga survey nasional, parpol-parpol berusaha saling bekerja sama dalam beberapa golongan /blok (istilah balitanya : koalisi) untuk mewujudkan satu cita-cita jangka pendek, calon presiden dari golongan merekalah yang harus menang di pilpres nanti. Setelah terbentuk blok-blok tersebut, mereka berusaha meyakinkan seyakin-yakinnya, bahwa hanya capres dari blok merekalah yang nantinya dapat membawa perbaikan di negeri ini.

Bagaimana mungkin, hanya dalam hitungan bulan, hari, bahkan jam, parpol yang dulunya nampak beda, istimewa, setelah detik-detik menjelang pencalonan presiden mereka menyatakan adanya persamaan platform, visi misi, dan tujuan? Apakah demi meraih sebuah kursi kekuasaan, mereka rela memotong urat malunya, sehingga bebas berpandangan asal cita-citanya tercapai? Orang jawa bilang : esuk dhele sore tempe (pagi kedelai, sore dah berubah jadi tempe).
Gak konsisten !!!
Oportunis !!!
Menyebalkan !!!


Dengan tulisan ini bukan bearti saya tidak mendukung berlangsungnya pilpres. Namun semata-mata mencurahkan harapan saya agar parpol-parpol yang kebetulan belum mendapatkan suara banyak hendaknya konsisten dengan platfom, program kerja, visi misi yang telah ditetapkan dahulu saja. Dengan konsistensi yang tinggi untuk memperjuangkan nasib rakyat banyak (berani diluar pemerintahan), meskipun sekarang kalah bisa saja 5 tahun mendatang mereka menjadi jawara. So..., hindari "esuk dhele sore tempe", apalagi sampai "bengi tempe bosok" hanya demi meraih kursi pemerintahan. Ingat, jabatan adalah amanah, yang akan dipertanggung jawabkan kelak di hari pembalasan.

Baca selengkapnya......